Kece People, Ramadan tahun ini terasa berbeda. Bukan cuma karena tren takjil yang makin kreatif, tapi juga karena teknologi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) mulai ikut meramaikan suasana bulan suci.
Dari desain poster jadwal imsakiyah, konten dakwah di media sosial, sampai promosi UMKM Ramadan — semuanya kini bisa dibuat lebih cepat dengan bantuan AI.
Pertanyaannya, ini peluang atau ancaman?
Poster Masjid Kini Lebih Cepat Jadi
Dulu, pengurus masjid harus mencari jasa desain atau membuat sendiri jadwal imsakiyah dan pengumuman Ramadan.
Sekarang?
Cukup ketik konsep, AI bisa membantu membuat desain visual dalam hitungan menit.
Hasilnya:
- Lebih rapi
- Lebih modern
- Bisa disesuaikan dengan identitas masjid
Beberapa komunitas muda di Banjarbaru bahkan mulai memanfaatkan teknologi ini untuk membuat konten dakwah yang lebih menarik di Instagram dan WhatsApp Group.
UMKM Ramadan Ikut Terbantu
Bukan hanya masjid. Pelaku UMKM juga mulai merasakan dampaknya.
Contohnya:
- Desain menu buka puasa
- Poster promo paket sahur
- Caption jualan yang lebih persuasif
- Ide nama menu yang unik
Dengan bantuan AI, pelaku usaha kecil bisa lebih hemat biaya desain dan lebih cepat promosi.
Ini jadi peluang besar, apalagi saat Ramadan perputaran ekonomi biasanya meningkat.
Konten Dakwah Jadi Lebih Variatif
AI juga membantu menyusun:
- Ringkasan ceramah
- Ide tema khutbah
- Caption refleksi Ramadan
- Materi kultum singkat
Namun tentu tetap perlu verifikasi. AI adalah alat bantu, bukan pengganti ustaz atau sumber ilmu utama.
Bijak menggunakan teknologi tetap kunci utama.
Tantangan: Jangan Sampai Kehilangan Sentuhan Manusia
Meski membantu, penggunaan AI tetap harus disikapi dengan cerdas.
Konten dakwah misalnya, harus tetap:
- Mengacu pada sumber yang benar
- Tidak asal copy-paste
- Disesuaikan dengan konteks lokal Banjarbaru
Teknologi boleh modern, tapi nilai tetap harus dijaga.
Banjarbaru Siap Jadi Kota Kreatif Digital?
Fenomena ini menunjukkan satu hal:
Ramadan tidak lagi hanya tradisi, tapi juga momentum adaptasi digital.
Generasi muda Banjarbaru punya peluang besar untuk:
- Jadi kreator konten islami
- Membantu UMKM dengan desain digital
- Mengembangkan media lokal berbasis teknologi
AI bukan untuk ditakuti. Tapi untuk dimanfaatkan secara cerdas.
Karena Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus.
Tapi juga tentang berkembang menjadi pribadi yang lebih baik — termasuk dalam memanfaatkan teknologi.
(red)




