Kece People, gaya outfit oversized street style yang santai tapi langsung mencuri perhatian tak kalah trennya belakangan ini. Outfit serba longgar ini kelihatan effortless, tapi justru di situlah daya tariknya. Simpel, berani, dan beda dari yang lain. Nah, sekarang bayangin kalau gaya ini mulai sering muncul di Banjarbaru… bakal jadi tren baru yang langsung meledak, atau cuma lewat sebentar tanpa banyak yang berani ikut?
Gaya yang identik dengan potongan besar dan siluet santai ini jadi favorit Gen Z karena dianggap lebih bebas, nyaman, dan ekspresif.
Kalau kamu perhatiin FYP, Kece People, banyak banget konten OOTD dengan jaket kebesaran, kaos longgar, celana baggy, sampai sneakers chunky yang mencolok.
Gaya ini bukan sekadar soal ukuran baju. Tapi soal attitude. Terlihat santai, tapi tetap punya statement kuat.
Menariknya, tren ini terasa lebih “ramah tongkrongan” dibanding clean look yang rapi dan formal. Oversized justru memberi kesan santai, bebas, dan nggak kaku.
Tapi… bukan berarti tanpa kritik.
“Kadang malah kelihatan kayak kebesaran beneran, bukan style,” kata Rendra.
Nah, kalau ditarik ke Banjarbaru, sebenarnya gaya ini punya peluang besar.
Kenapa? Karena karakter anak mudanya udah dekat dengan gaya santai. Nongkrong di kafe, jalan sore, atau sekadar kumpul komunitas—outfit kasual udah jadi “bahasa sehari-hari”.
Bayangin aja, Kece People. Di satu sudut kafe, anak-anak pakai outfit santai biasa. Lalu masuk satu orang dengan full oversized look—hoodie longgar, celana baggy, sneakers tebal.
Auto dilirik? Pasti. Tapi diterima? Belum tentu.
“Kalau cocok sama orangnya sih keren, tapi kalau maksa malah kelihatan aneh,” timpal Rendra.
Di situ letak konfliknya.
Antara ikut tren global… atau tetap nyaman dengan gaya sendiri.
Tren oversized ini nunjukin satu hal penting: Gen Z makin berani berekspresi.
Mereka nggak lagi terpaku pada “harus rapi” atau “harus sesuai standar”. Justru yang beda, yang berani, itu yang dilihat.
Tapi di sisi lain, lingkungan juga tetap punya “filter sosial”. Nggak semua gaya langsung diterima, apalagi kalau terasa terlalu kontras.
Dan di Banjarbaru, perpaduan antara tren global dan selera lokal bakal jadi penentu: apakah ini cuma tren lewat… atau jadi identitas baru?
Jadi, Kece People…
Kalau tren oversized street style ini benar-benar booming di Banjarbaru, bakal jadi gaya baru yang viral di tongkrongan?
Atau cuma jadi tren yang dilihat… tapi nggak banyak diikuti? Atau jangan-jangan… kamu yang bakal duluan bikin tren ini “hidup” di Banjarbaru?
