Kece People, nggak semua perpisahan terasa sedalam ini. Di asrama haji Banjarbaru, langkah-langkah pelan para jamaah pagi tadi bukan sekadar perjalanan biasa—tapi awal dari mimpi panjang menuju Tanah Suci menunaikan Ibadah Haji Rukun Islam ke-5.
Langkah-langkah pelan para jamaah, sebagian di antaranya lansia, terasa seperti membawa harapan panjang yang akhirnya sampai di titik berangkat. Ada doa yang dipeluk diam-diam, ada air mata yang ditahan, dan ada niat yang diluruskan—menuju satu tujuan: ibadah ke Tanah Suci.
Di tengah suasana itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin melepas langsung keberangkatan kloter pertama jamaah calon haji asal Banjarmasin di asrama haji Banjarbaru.
Pesan Sederhana, Tapi Dalam
Dalam sambutannya, Muhidin menyampaikan pesan yang sederhana, tapi penuh makna. Ia mengingatkan para jamaah untuk menjaga kesehatan dan tetap meluruskan niat.
Mulai dari pola makan, waktu istirahat, sampai kesiapan fisik—semuanya jadi penting agar rangkaian ibadah berjalan lancar.
“Jaga kesehatan, jangan terlalu banyak berkegiatan yang tidak perlu. Fokus jaga kesehatan untuk ibadah. Banyak minum air putih,” ujar Muhidin.
Apalagi, kondisi di Tanah Suci nggak main-main.
Suhu di Arab Saudi saat ini disebut bisa mencapai 35 derajat Celsius, bahkan lebih panas saat puncak ibadah di Arafah. Bagi jamaah, ini bukan sekadar perjalanan spiritual, tapi juga ujian fisik.
Jangan Lupa Hal Kecil yang Penting
Selain soal kesehatan, Gubernur juga mengingatkan hal-hal yang sering dianggap sepele, tapi krusial.
Mulai dari menjaga ketertiban, memperbanyak istigfar, sampai memastikan gelang haji selalu terpasang sebagai identitas selama di Tanah Suci.
Dan di akhir pesannya, ada satu kalimat yang terasa hangat dan tulus.
“Mohon doakan kami semua, doakan daerah kita,” ujarnya.
Kloter Pertama, Langkah Awal Perjalanan Panjang
Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani memastikan seluruh proses berjalan lancar.
“Alhamdulillah, semua proses keberangkatan berjalan lancar dari asrama haji ke bandara, seluruhnya dinyatakan layak terbang. Untuk para jamaah lansia dapat perhatian khusus, moga mereka terus sehat untuk menjalankan ibadah haji,” ujarnya.
Kloter pertama ini membawa 359 jamaah, termasuk sejumlah lansia yang mendapat perhatian khusus.
Tahun ini, Embarkasi Banjarmasin melayani total 6.758 jamaah—terdiri dari 5.197 jamaah asal Kalimantan Selatan dan 1.561 dari Kalimantan Tengah.
Mereka terbagi dalam 19 kloter, dengan dua gelombang keberangkatan. Gelombang pertama langsung menuju Madinah, sementara gelombang kedua akan mendarat di Jeddah.
Setiap kloter juga didampingi empat petugas—mulai dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, hingga perawat. Lengkap, demi memastikan setiap jamaah bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Perjalanan yang Bukan Sekadar Jarak
Kece People, keberangkatan ini bukan cuma soal perjalanan ribuan kilometer dari Banjarbaru ke Tanah Suci. Tapi tentang perjalanan batin—dari niat, ke ikhtiar, lalu ke harapan.
Di setiap langkah mereka, ada doa yang dibawa, dan di setiap doa itu, ada harapan yang dititipkan… untuk keluarga, untuk daerah, dan untuk kehidupan yang lebih baik sepulang dari sana.
